Pages

Senin, 03 Desember 2012

Sekilas Awal Mula Graffiti dan Mural


    Anda sering melihat graffiti atau mural yang ada di dinding bawah fly over perempatan Kuningan Jakarta Selatan? Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa pembuatan graffiti dan mural di perempatan Kuningan itu difasilitasi oleh Dinas Pertamanan setempat
pasarkreasi.comTulisan dan gambar pada pilar-pilar di perempatan Kuningan ini bukanlah asal bikin. Sebab, sebelum “beraksi”, para bomber terlebih dahulu menjalani diskusi serta brainstorming yang cukup panjang. Lihat saja mural berjudul “Taman Kota” yang menampilkan dua anak kecil yang saling berangkulan di antara gedung-gedung, seakan-akan mereka tengah kebingungan ke mana  mencari taman untuk sekadar bermain. Atau graffiti bertuliskan “Boneka! Metropolis” yang mudah diinterprestasikan sebagai bentuk kritik terhadap para penguasa yang gemar mempermainkan orang. Sebab, di atas tulisan yang dibuat dengan cat semprot tadi ada citraan beberapa sosok orang yang dikondisikan seperti boneka lengkap dengan tali penariknya.
Istilah graffiti sendiri diambil dari bahasa latin “graphium” yang artinya “menulis”. Awalnya, istilah ini dipakai oleh para arkeolog untuk mendefinisikan tulisan-tulisan pada bangunan kuno bangsa Mesir dan Romawi kuno. Kegiatan graffiti sebagai sarana menunjukkan ketidakpuasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan Kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri graffiti dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk agama Kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

0 komentar:

Posting Komentar