Pada Minggu
malam, 25 Maret 2012 lalu saya menyaksikan acara Harmoni SCTV yang menampilkan Dwiki
Dharmawan Orchestra.
Tampaknya acara ini agak beda, karena menampilkan lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus dari berbagai penyanyi lintas generasi dan lintas genre. Ada David Naif, Blink, Sammy Simorangkir, Glenn Fredly, Ita Purnamasari, Bob Tutupoly, Harvey Malaiholo dan banyak lagi.
Dengan aransemen yang sumringah, semua penampil berupaya menginterpretasikan karya-karya Koes Plus. Acara yang bermaksud mengapresiasikan karya-karya Koes Bersaudara dan Koes Plus memang kerap dilakukan dalam berbagai bentuk acara, entah itu di panggung pertunjukan maupun layar kaca. Membuktikan bahwa Koes Bersaudara dan Koes Plus yang dimotori almarhum Tonnny Koeswoyo masih tetap ajeg lestari disanubari siapa saja dari berbagai generasi seperti halnya The Beatles dibelahan Barat sana.
Tampaknya acara ini agak beda, karena menampilkan lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus dari berbagai penyanyi lintas generasi dan lintas genre. Ada David Naif, Blink, Sammy Simorangkir, Glenn Fredly, Ita Purnamasari, Bob Tutupoly, Harvey Malaiholo dan banyak lagi.
Dengan aransemen yang sumringah, semua penampil berupaya menginterpretasikan karya-karya Koes Plus. Acara yang bermaksud mengapresiasikan karya-karya Koes Bersaudara dan Koes Plus memang kerap dilakukan dalam berbagai bentuk acara, entah itu di panggung pertunjukan maupun layar kaca. Membuktikan bahwa Koes Bersaudara dan Koes Plus yang dimotori almarhum Tonnny Koeswoyo masih tetap ajeg lestari disanubari siapa saja dari berbagai generasi seperti halnya The Beatles dibelahan Barat sana.
Menyaksikan
acara ini setidaknya kembali mengingatkan saya bahwa Tonny Koeswoyo adalah
sosok jenius yang menjadi lokomotif kelompok yang didukung oleh saudara-saudara
kandungnya itu. Bahkan menjadi lokomotif industri musik Indonesia yang mulai
bangkit iklim bermusiknya setelah menyingsingnya rezim Orde Baru.
Dan tepat hari ini seperempat abad yang lalu, 27 Maret 1987, Koestono Koeswojo atau lebih dikenal dengan Tonny Koeswojo telah menghembuskan nafas terakhir karena kanker usus. Dan tak berlebihan jika saya menyebut pria tampan dan simpatik ini sebagai sumber inspirasi bagi band-band yang tumbuh kembang di Indonesia sejak paruh dasawarsa 60-an bahkan mungkin hingga saat sekarang ini.
Dan tepat hari ini seperempat abad yang lalu, 27 Maret 1987, Koestono Koeswojo atau lebih dikenal dengan Tonny Koeswojo telah menghembuskan nafas terakhir karena kanker usus. Dan tak berlebihan jika saya menyebut pria tampan dan simpatik ini sebagai sumber inspirasi bagi band-band yang tumbuh kembang di Indonesia sejak paruh dasawarsa 60-an bahkan mungkin hingga saat sekarang ini.
0 komentar:
Posting Komentar